Bonifacio's hardened philosophy, followed closely by his deafening, musical peal of laughter, warmed rather than chilled Murray's numbed heart. Yet Bonifacio had until next week to live.
Filsafat mengeras di Bonifacio, diikuti oleh peal nya memekakkan telinga, musik tawa, menghangatkan daripada Murray dingin mati rasa hati. Yet Bonifacio telah sampai minggu depan untuk hidup.
Filosofi mengeras Bonifacio ini, diikuti oleh memekakkan telinga, gemuruh musiknya tawa, menghangatkan daripada hati dingin Murray mati rasa. Namun Bonifacio memiliki sampai minggu depan untuk hidup.